Memilih domain

Memilih nama domain yang bagus dan efektif sebenarnya merupakan pekerjaan yang susah-susah-mudah. Susah karena sudah banyaknya nama domain yang sudah didaftarkan orang lain, terutama yang berbahasa Inggris, tetapi menjadi mudah jika anda memiliki nama yang unik. Intinya dalam memilih nama domain ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan, diantaranya:

  1. Singkat. Usahakan nama domain yang anda daftarkan merupakan kata yang singkat, terdiri dari sedikit huruf dan mudah diingat. Nama domain yang singkat akan memudahkan orang untuk mengingatnya dan mengunjungi situs anda lagi, dan situs anda akan bisa menjadi populer.
  2. Sesuai dengan isi (konten). Sesuaikan nama domain anda dengan isi situs anda, jika situs anda berisi informasi tentang informasi wisata kuliner misalnya, ada baiknya anda menggunakan nama domain yang sesuai, misalnya sinauwebsite.com. Penamaan domain yang sesuai dengan isi situs ini sangat disukai mesin pencari (pengindeks) dan bisa membuat situs anda lebih populer.
  3. Pemilihan akhiran (.com/.net/.org/.info). Walaupun awalnya ditujukan untuk komersial, domain dengan akhiran .com saat ini merupakan yang paling populer, paling diingat oleh pengguna internet. Mesin pencari tidak membedakan akhiran domain ini, tetapi domain yang menggunakan TLD (.com/.net/.org dsb) akan ditampilkan lebih atas di banding dengan domain negara (terutama yang menggunakan second level domain, seperti .co.id/.or.id/.co.uk dsb). Tetapi pada kasus .co.id dengan persyaratan yang ketat untuk mendapatkannya, domain dengan akhiran .co.id menunjukkan bahwa situs anda merupakan situs yang terpercaya dan resmi.Jika sudah ada yang menggunakan akhiran .com untuk nama yang anda inginkan, sebaiknya anda menghindari penggunaan nama itu dengan akhiran lainnya, apalagi jika situs itu merupakan situs yang populer atau isinya mirip atau sama dengan yang ingin anda bangun.
  4. Hak cipta. Usahakan untuk menghindari penggunaan nama domain dengan kata yang hak ciptanya dimiliki oleh pihak lain, misalnya google atau microsoft. Pemilik hak cipta aslinya bisa saja menuntut anda, dan jika anda memiliki usaha jual beli nama domain, nama ini tidak akan memiliki harga yang bagus.
  5. Hindari penggunaan angka. Jika masih bisa dihilangkan, hindari penggunaan angka.
  6. Kata yang populer. Gunakan kata yang populer untuk memudahkan pengunjung mengaksesnya dan menghindari kesalahan penulisan.

 

Memulai hosting

Bagi yang belum mengenal sama sekali cara-cara pembuatannya, membangun sebuah situs internet sebenarnya tidak sulit.

  1. Anda harus mempunyai alamat untuk situs anda nantinya, alamat ini dikenal dengan nama domain. Anda bisa memilih nama domain internasional (.com/.net/.org/.biz/.info/.mobi), nama domain nasional (.or.id/.co.id/.web.id/.go.id/.mil.id/.sch.id).
  2. Selanjutnya anda harus mempunyai ruang penempatan halaman-halaman yang ingin anda publikasikan. Halaman-halaman ini disimpan dalam bentuk file atau database. Fasilitas ruang penempatan ini yang disebut dengan web hosting.

Kedua langkah di atas bisa dimulai dengan memesan sebuah account hosting  dengan klik link “ORDER” di bagian atas halaman ini.

  1. Sementara anda menunggu account anda disiapkan (termasuk pemesanan dan pengaturan awal nama domain) anda bisa menyiapkan halaman-halaman yang akan anda tampilkan. Halaman-halaman ini disimpan dengan format HTML (Hypertext Markup Language). Anda bisa menggunakan software Microsoft Frontpage™, OpenOffice atau NVU untuk membuat file HTML ini. Halaman pembuka (halaman yang ditampilkan ketika pengunjung mengakses situs anda) harus bernama index.html, index.htm atau index.php.
  2. Setelah file HTML anda jadi, langkah berikutnya adalah mengirimkan (transfer/upload) file-file tersebut ke ruang hosting yang sudah ditempatkan tadi. Untuk mengirimkan file tersebut diperlukan program khusus yang disebut FTP client, atau FTP program. Ada banyak software FTP yang bisa anda download, versi gratis pun sudah sangat baik dalam melakukan tugasnya, dan yang kami sarankan adalah FileZilla dan Smart FTP.
  3. Setelah semua proses selesai, situs anda sudah bisa langsung diakses dari seluruh dunia dengan nama domain yang anda pesan, atau pada contoh ini http://sinauwebsite.com. Situs anda bisa diakses baik dengan awalan www(www.sinauwebsite.com) atau tanpa awalan www (sinauwebsite.com), keduanya akan menampilkan informasi/halaman yang sama.

 

Reseller hosting

Panduan Memulai Hosting dengan Paket Reseller

Paket Reseller Hosting sebenarnya adalah juga paket shared hosting, dimana akun hosting anda akan ditempatkan pada satu server dengan akun lainnya sehingga anda akan berbagi pakai (shared) dengan akun lain dalam server tersebut. Tetapi paket Reseller Hosting mendapatkan fitur tambahan dengan adanya fasilitas untuk memecah alokasi ruang simpan dan bandwidth, sehingga Paket Reseller ini bisa digunakan untuk dijual kembali (re-sell) menjadi bisnis hosting bagi anda, atau cocok bagi webmaster yang ingin meng-host situs kliennya masing-masing dalam satu akun sehingga tidak saling bercampur, dan kliennya bisa login ke control panel-nya masing-masing.

Untuk bisa memanfaatkan semua fitur pada paket Reseller hosting, anda perlu menjalankan tahap berikut:

  1. Membuat/meregistrasi nameserver dengan domain anda (child nameserver atau private nameserver) di tempat anda melakukan registrasi domain tersebut.
    Child nameserver ini berfungsi sebagai nameserver rujukan yang akan digunakan untuk menambah akun hosting lain di bawah akun reseller anda.
    Jika anda memilih untuk tidak membuat child nameserver ini, anda akan tetap bisa menambah akun hosting di bawah akun reseller anda dengan nameserver kami. Informasi nameserver kami diberitahu dalam email aktivasi akun reseller anda.
  2. Membuat atau mengatur fitur yang akan digunakan paket hosting.
    Paket yang akan anda buat bisa diatur fitur-fiturnya. Misalnya pada paket hosting A anda mengatur untuk mengaktifkan fitur yang tersedia, atau pada paket hosting B anda bisa mengatur untuk hanya mengaktifkan beberapa fitur tertentu saja.
    Pengaturan Fitur ini (Feature Manager) dilakukan lewat panel WHM (panel untuk mengatur akun anda sebagai reseller).
    Pembuatan Fitur ini tidak harus dilakukan, dan sudah ada fitur standar (default) jika anda memilih tidak membuatnya. Dengan fitur standar ini semua akun yang akan dibuat nantinya akan menggunakan fitur standar ini.
  3. Membuat paket (package).
    Paket yang dimaksud di sini adalah paket yang akan digunakan oleh akun hosting di bawah akun reseller anda, sedangkan paket hosting anda tetap tidak berubah. Saat membuat paket ini anda bisa memiliih jenis fitur apa yang diinginkan dari pengaturan Fitur yang dibahas pada poin di atas.
  4. Membuat akun/sub-akun menurut paket yang sudah dibuat.

Sampai saat ini anda sudah bisa untuk membuat akun hosting (sub-akun) di bawah akun reseller anda. Tetapi untuk memulai bisnis hosting sendiri masih ada beberapa tahap yang mesti anda lakukan. Silakan lihat artikel panduan lainnya.